Feeds:
Tulisan
Komentar

The Humor Community

Pagi tadi dapat email dari Papah yang berupa forward cerita humor yang ternyata di dapat dari The Humor Community di multiply, langsung join jadi member…Lumayan lah buat nambah2in wacana humor, :P

Dan ini contohnya,…

ATM

Kalau cowok ambil uang di ATM:
1. Parkir mobil
2. Masuk ke ATM
3. Masukkan kartu
4. Masukkan nomer PIN
5. Ambil uang nya
6. Pergi dengan mobilnya

Kalau cewek ambil uang di ATM:
1. Parkir mobil
2. Betulin makeup
3. Matikan mesin
4. Periksa makeup
5. Masuk ke ATM
6. Sibuk cari kartunya
7. Masukkan kartu
8. Tekan cancel
9. Sibuk lagi cari catatan PIN
10. Masukkan kartu
11. Ambil uangnya
12. Balik ke mobil
13. Periksa makeup
14. Start mobil
15. Matikan lagi
16. Balik lagi ke mesin ATM
17. Ambil kartu ATM nya
18. Balik ke mobil
19. Periksa makeup
20. Start mobil
21. Periksa makeup
22. Nyetir mobil ½ km
23. Lepas rem tangan
24. Nyetir lagi…

millis sarikata.com

Hmm, kayaknya sih emang bener! Hahaha…palagi kalau ceweknya mau nge date :P ~~

Pesan Pizza di Tahun 2010

Operator: Terima kasih anda telah menghubungi Pizza Hot, Apakah yang bisa saya….
Konsumen : Heloo, saya mau pesan pizza.
Operator : Boleh minta nomor kartu KTP anda pak?
Konsumen : Tunggu, ini nih: 6102049998-45- 54610.
Operator : Ok pak Bejo, anda tinggal di jalan hangtuah no. 16, nomor telepon rumah anda 02177726378, kantor anda 021665872673 Hp anda 081127894022, anda menelpon dari mana?
Konsumen : Dari rumah, eh dari mana kamu tahu semua no telp saya?
Operator : Oh, kami terhubung ke database pusat pak.
Konsumen : Apakah saya bisa memesan Seafood Pizza?
Operator : Itu bukan ide yang bagus pak.
Konsumen : Kenapa?
Operator : Dari medical record bapak, bapak memiliki tekanan darah tinggi dan kolestrol yang sudah berlebihan.
Konsumen : Jadi kamu merekomendasikan apa?
Operator : Mungkin bapak bisa memesan Low Fat Hokkien Mee Pizza.
Konsumen : Dari mana kamu tahu kalo saya bakal suka itu?
Operator : Hmmm minggu lalu bapak baru meminjam buku yang berjudul “Popular Hokkien Dishes” dari perpustakaan nasional.
Konsumen : Ok terserah lah, sekalian saya pesan paket keluarga, berapa semuanya ?
Operator : Tapi paket keluarga kami tidak akan cukup untuk anak anda yang berjumlah 7 orang pak, total keseluruhan adalah Rp. 190.000.
Konsumen : Bisa saya bayar dengan Kartu Kredit?
Operator : Sepertinya bapak harus membayar Cash, kartu kredit anda telah over limit, dan anda punya utang di bank sebesar Rp. 5.350..000 sejak bulan Agustus lalu, itu belum termasuk denda untuk tunggakan kontrak rumah anda dan kendaraan bermotor.
Konsumen : Ooh ya sudah, nanti saya ke ATM aja untuk narik duit sebelum orang mu datang nganter Pizza.
Operator : Mungkin nggak bisa juga pak, record anda menunjukkan bahwa batas anda menarik uang di ATM telah tercapai.
Konsumen : Busyet…. udah lah anterin aja pizzanya kesini, saya akan bayar cash disini, berapa lama Pizza diantar?
Operator : Sekitar 45 menit pak, tapi kalo bapak tdk bisa menunggu, bapak bisa mengambilnya sendiri dengan motor bebek bapak yang sudah butut.
Konsumen : APA ????
Operator : Menurut catatan kami, anda memiliki motor bebek tahun 2000 dengan no pol B3344CD betul kan pak?
Konsumen : Sialan luh, bangsat, kagak sopan banget seh buka-buka record gue, blom pernah ngerasain di tonjok ya!!
Operator : Hati-hati dengan ucapan bapak, apakah bapak ingat 15 Mei 2010 anda pernah di penjara 3 bulan karena mengucapkan kata kotor kepada seorang polisi??
Konsumen : (Diamm, bingung, pusing 700 keliling,…!!!)
Operator : Ada yang lain pak?
Konsumen : Tidak ada, eh tapi kalo pesan paket keluarga kan ada gratis coca cola 3 cup kan?
Operator : Betul pak, tapi menurut catatan kami anda juga mengidap DIABETES, jadi kami tidak mau mengambil resiko pak……
Konsumen : Siallaaannnnn. … BATALIN AJA SEMUA………… …. !
Operator : Terima kasih atas teleponnya pak, untuk kompalain, saran dan kritik anda bisa mengisi form online pada situs kami, username dan passwordnya tercetak pada bagian bawah kotak pizza yang anda pesan ……. terima kasih anda telah mengubungi Pizza Hot….

Kejutan dari Ulpha

Suatu malam ketika mau Ol Ym dari Hp, saya mendapatkan offline msg dari Ulpha, isinya hanya sebuah link dari blognya yang baru :

http://ulpha.multiply.com/journal/item/7

Hmm, ternyata di sana Ulpha menulis tentang saya, dan ihkwal perkenalan saya dan dirinya. Saya mengenal Ulpha sebagai operator warnet langganan saya. Tetapi dia sudah lama pindah tugas di cabang lain. Enak sekali kalau Ulpha yang jadi operatornya, saya suka dikasih jam paketan ( di luar jam paket sesungguhnya ), kemudian suka dikasih lagu-lagu terbaru dari MP3. Kadang ketika Ulpha sedang bertugas, saya malah ajakin dia ngobrol lewat YM. Sayang sekali sih, karena ternyata setelah menikah, dia pindah cabang.

Thanks ya Ulp…saya nggak nyangka loh kamu masih inget obrolan pertama kita, hehehe, ah dulu ketika saya tanya darimana kamu tahu alamat blog saya, kamu bilang dapat nggak sengaja dari searching di google. Tapi ternyata kamu tahu dari document client, hihihi, wah isin aku no…biyen ben dino aku mbuka web opo wae kowe iso ngerti too Ulp! *hehehe*, tapi untungnya sewaktu zaman Ulpha masih jadi operator di warnet tempat mangkal saya, selain rajin blog walking, saya cuman sering mampir di blognya si Arham. Asli, ketawa-ketawa sendiri aja kalau pas ke blognya Arham, si manis penunggu kota Kendari yang ngefans banget sama Siti Nurhaliza.

By the way, rasa2nya belum telat kalau saya ucapkan…..

Love in Summer


Jumat

@ Rumah Sakit, Kamar VIP 2

Mayda : ( berdiri menatap tubuh Fahmi, Suaminya di tempat tidur, diam, matanya berkaca-kaca )

@ Rumah Sakit, Kamar VIP 1

Rama : ( duduk menunduk di samping tubuh Belia, istrinya yang koma, melamun, dan sesekali menghela nafas panjang )

@ Rumah Sakit, koridor ruang VIP

Mayda : ( berjalan pelan menyusuri lorong, tangannya memegangi pegangan, tampak rapuh, tiba-tiba dia merasa lemas dan menangis sambil berjongkok )

Rama : ( berdiri di depan mesin minuman hangat, membeli cappucino, dia melihat ke arah Mayda dan dengan cepat dia menghampiri Mayda yang terjatuh lemas, melupakan cappucino hangatnya yang masih tertinggal di mesin )

Mayda : ( terisak )

Rama : Hmm, anda baik-baik saja?

Mayda : ( masih terisak )

Rama : ( ikut berjongkok ) Dari kamar VIP 2?

Mayda : ( memandang Rama dengan mata yang basah dan merah ) I..iya.. dari VIP 1?

Rama : ( mengangguk ) lebih baik kita duduk di depan mesin minuman itu,…kebetulan segelas cappucino hangat saya sudah jadi dan belum saya ambil di mesinnya ( mencoba tersenyum di atas muka letihnya ), mari… ( berdiri dan mengulurkan tangan )

Mayda : ( menatap uluran tangan Rama, tidak meraihnya, melainkan berdiri sendiri )

Rama : ( berjalan lebih dulu, mengambil cappucino dan memasukkan koin untuk membuat satu cappucino lagi, kemudian dia memberikan cappucino sebelumnya kepada Mayda ) silahkan…Saya sudah beli lagi,…

Mayda : ( mengambil cappucino yang diulurkan Rama dengan ragu, kemudian menekan-nekan gelas kertasnya untuk merasakan panas cappucino pada kulit tangannya yang kaku karena dingin, sesekali dia mengusap tetesan air matanya )

Rama : ( mengambil cappucino yang telah jadi, dan duduk di samping Mayda )

Mayda : Saya…

Rama : Lebih baik tenangkan diri dulu…saya lihat anda tadi…cukup terguncang.

Mayda : Memangnya anda tidak? Apakah anda bisa menerimanya?

Rama : Saya Rama…Anda?

Mayda : Mayda…

Rama : ( mengangguk ) Jadi kamu belum melampiaskan kekesalan pada suamimu tadi Mayda?

Mayda : ( tercekat atas pertanyaan Rama, kemudian menggeleng perlahan )

Rama : Kamu pasti sangat mencintainya, sampai-sampai tidak bisa meluapkan kekesalan kamu di depan dia,… bagaimana keadaannya?

Mayda : Koma…

Rama : ( tersenyum pahit ) Begitu juga Istriku,…Dokter mengatakan hanya keajaiban saja yang bisa membuatnya selamat dari ini semua.

Mayda : Apakah kamu tahu tentang ini semua Rama?

Rama : Kufikir dia adalah isteri yang setia…sampai 3 bulan terakhir ini, kurasakan Belia agak berubah, sering pulang malam…menjadi cuek denganku ( kemudian berdiri dan melihat ke arah luar jendela ) dan semuanya menjadi jelas pagi ini…ketika aku tiba di sebuah rumah sakit di Bali ini.

Mayda : Maafkanlah Fahmi…( berkata pelan )

Rama : ( menoleh ke arah Mayda ) Suami kamu? Fahmi namanya?

Mayda : ( mengangguk )

Rama : Kenapa kamu yang minta maaf atas perbuatan suamimu…dan istriku, perselingkuhan mereka…., Mayda? Kamu fikir…Fahmi mencintaimu?

Mayda : ( menatap Rama, agak tersinggung dengan perkataannya ) Saya mau kembali ke kamar…

Rama : Kalau dia mencintaimu…dia tidak akan mengkhianatimu Mayda…dia tidak akan sampai hati membuatmu menderita begini, karena kufikir…engkau wanita baik-baik dan terhormat sehingga tidak pantas bagi Fahmi untuk…untuk memperlakukanmu begini ( berkata lirih )

Mayda : Kulihat kamu juga tipikal suami yang baik Rama…kuharap kamu bisa memaafkan perbuatan mereka. Demi kebahagiaanmu juga… ( menatap Rama sebentar, kemudian berjalan ke arah kamar )

Rama : Bagaimana aku bisa bahagia?! ( meremas gelas kertas cappucinonya yang telah habis )

Sabtu

@ Kantor polisi

Polisi : Silahkan duduk Ibu Mayda Fariza, hmm ya, di kursi sebelah Bapak Rama…

Mayda : ( menoleh sebentar ke arah Rama, menatap kursi, merasa ragu…namun tetap duduk )

Polisi : Anda berdua tentu sudah tahu rincian kejadian kecelakaan itu bukan? Dari Pak Sapto, anak buah saya…

Mayda : ( mengangguk )

Rama : Ya..tapi apakah benar, itu murni kecelakaan?

Polisi : ( menatap Mayda ) Suami Ibu yang menyetir kendaraan tersebut…analisis sementara kami…( menatap Rama ) dia bersama dengan Isteri Anda…hmm…

Mayda : Tidak perlu diteruskan Pak…Kami sudah tahu…

Rama : ( menyenderkan punggungnya ke kursi, mukanya nampak tegang )

Polisi : Menurut sejarah catatan di kepolisian kami, kecelakaan itu termasuk yang sangat dahsyat, itu keajaiban kalau mereka berdua masih hidup…

Rama : Tuhan rupanya masih memberi kesempatan kepada mereka berdua…untuk menyadari dan menebus kesalahannya.

Mayda : ( terpana dengan perkataan Rama )

@ Halaman kantor polisi

Mayda : ( menatap bangkai mobil yang sudah hancur bagian kap mesinnya )

Rama : Aku…atau kamu yang masuk?

Mayda : ( menghela nafas ) Aku dulu…

Mayda : ( merunduk memasuki kabin mobil, banyak cecehan darah yang mulai mengering, dia menelan ludahnya, membereskan barang-barang yang dikenalnya sebagai barang Fahmi, setelah dirasanya cukup dan mau keluar, dia melihat sebuah sepatu biru berhak tinggi…) Ini…punya Istrimu?

Rama : ( menerima sepatu biru berhak tinggi dari tangan Mayda dan lalu menimangnya ) Yah…Aku membelikannya sewaktu di Paris minggu lalu…dan ternyata dia memakainya di Bali pertama kali bersama selingkuhannya.

Mayda : Rama…kurasa, aku pusing sekali…Berat bagiku harus menghadapi semua ini sendiri…

Rama : Hmm,…aku tahu sebuah pantai indah di dekat-dekat sini…sama seperti kamu Mayda, saya pun pusing menghadapi semua ini…semalam saya terus mempertanyakan tentang perasaan saya lagi terhadap Belia…Kumohon, temani saya beberapa saat di pantai itu ya…( wajahnya tampak pucat dan lelah )

Mayda : ( mengangguk ) Ya…Aku titip barang-barang ini di mobil yang kamu sewa tadi ya…

@ pinggir pantai

Mayda : Bagus sekali pantainya…pasirnya putih…airnya bahkan hangat …kamu sering ke sini?

Rama : Kamu lihat sebuah villa di atas bukit itu? Aku habiskan masa kecil di sana…namun sekarang Villa itu sudah di jual ke orang Jerman, relasi orangtuaku.

Mayda : Pantai ini…bukan untuk umum ya? karena sepi…

Rama : Sebenarnya wisatawan bisa juga masuk ke sini, hanya saja mereka lebih memilih nongkrong di Kuta atau Legian…di sini tenang Mayda, tapi memang kita tak bisa melihat sunset dari sini…tertutup kedua bukit di sana ( menunjuk ke arah bukit )

Mayda : Kamu sering bersama Istrimu ke sini?

Rama : Yah…dan aku bertaruh kalau Belia kemarin juga membawa suamimu ke sini…( berkata dengan getir )

Mayda : Fahmi… mungkin dia bosan hidup bersamaku…biduk cinta kami yang terasa baginya sangat menjemukan, karena tidak juga terdengar tawa dan celoteh malaikat kecil setelah lima tahun kami menikah…

Rama : Kurasa bukan itu alasan Fahmi untuk berselingkuh dengan Belia…kamu tahu Mayda? Belia bahkan tidak pernah nyaman berada di dekat anak kecil…walau aku sendiri sudah sangat menginginkan kehadiran anak dalam rumah tangga kami…

Mayda : Jadi, mengapa Fahmi berselingkuh dengan istrimu Rama? …maaf aku sebut dia Istrimu saja, karena aku tak merasa nyaman kalau menyebut namanya.

Rama : Lebih baik kamu tak perlu tahu jawabannya Mayda…laki-laki punya seribu alasan yang mereka cari untuk menghalalkan sebuah perselingkuhan.

Mayda : Apakah kamu juga pernah berselingkuh?

Rama : Andai saja aku bisa…

Mayda : Istrimu pasti sangat cantik, sampai kamu tak sempat memikirkan wanita lain…

Rama : Bukan karena itu…aku menghormati dia, sebagai wanita terakhir yang aku pilih untuk menjadi Istriku…aku tak ingin merusak ikrar suci kami…aku menjaganya selama ini…sampai…aku mengetahui semuanya, pengkhianatan cintanya,… sejak semalam dan sampai sekarang, hati kecilku terus mempertanyaan perasaanku lagi kepadanya ( menggenggam pasir pantai dengan tangannya, kemudian melemparnya ke laut, tampak kemarahan di muka Rama )

Mayda : Perasaan cintamu lenyap Rama?

Rama : ( terdiam )

Mayda : ( menatap Rama )

Rama : Aku ingin berenang Mayda…( berdiri, melepas kemejanya dan berlari ke arah laut )

Mayda : Rama…ini mendung! Ombaknya juga agak besar…Rama! ( berdiri )

Rama : Aku pusing Mayda…aku ingin mendinginkan hatiku yang saat ini bergejolak! Aku ingin mendinginkan kepalaku agar aku bisa berfikir tentang perasaanku!

Mayda : Kembalilah Rama! Aku tidak mau terjadi apa-apa denganmu…Hei!

Rama : ( berbalik memandang Mayda, tersenyum dan menceburkan diri ke arah laut )

Mayda : ( melepaskan sepatu, melemparnya begitu saja, berlari cepat menyusul Rama, dan tanpa berfikir panjang Mayda menceburkan dirinya ke air laut ) ( Mataku pedas…tapi aku harus menemukan Rama…harus…karena sepertinya dia lebih terguncang daripada aku…Rama, dimana kamu?! )

Rama : ( Hatiku perih…biarkan aku selamanya saja di sini…Belia, sampai hatinya kau…aku yang setengah mati mempertahankan semuanya, aku yang setengah mati berusaha menjadi suami terbaik bagimu…menjadi satu-satunya pria yang engkau cintai…Belia…)

Mayda : ( setengah mati mengangkat tubuh Rama, menarik tangan Rama…dan kemudian dia menampar wajah Rama yang tengah terpejam matanya )

Rama : ( kaget dan membuka matanya )

Mayda : ( wajahnya telah basah dengan air mata ) Aku tahu kamu terluka! Nggak bisa nerima kenyataan ini! Tapi kamu jangan menjadi laki-laki bodoh Rama! Kamu…bukan kamu saja yang sakit tau! Aku juga…Bukan kamu saja yang mencintai Istri kamu…bukan kamu saja yang merassa kecewa dan terluka….( menutup mukanya dan terisak )

Rama : ( tertegun dan kemudian cepat memeluk tubuh Mayda yang basah ) maafkan aku…maafkan aku…ssh…jangan menangis lagi Mayda…iya kamu benar…bukan kamu saja yang terluka…( perlahan Rama mengecup kening Mayda )

@ Mobil

Rama : Maaf, dingin ya? AC nya lebih baik aku matikan…

Mayda : Iya…

Rama : Bajumu basah…kita mampir ke toko dulu ya, aku belikan baju buat kamu…

Mayda : Nggak usah Rama…kita ke rumah sakit saja…

Rama : Aku menginap di hotel depan rumah sakit…kamu tidur dimana?

Mayda : ( mukanya tersipu kemerahan )

Rama : Oh..bukan maksudku mengajakmu menginap di hotel Mayda…

Mayda : Iya..( tersenyum malu )

Rama : Daripada suster-suster di rumah sakit bengong melihat kamu yang basah kuyup padahal hari masih mendung, lebih baik kamu keringkan baju dulu di hotel tempat aku nginap.

Mayda : ( menggeleng ) Kita langsung ke rumah sakit saja ya…sekalian aku melihat keadaan Fahmi.

Rama : Dia benar-benar lelaki yang bodoh…

Mayda : ( memandang ke arah Rama ) Rama…sebaiknya kita lupakan kejadian di pantai tadi…

Rama : Kamu menyesal aku..menciummu Mayda?

Mayda : Kamu tak menyesal Rama?

Rama : ( menggeleng ) Aku terpesona denganmu…

Mayda : ( mukanya menghangat dan jantungnya berdebar )

Rama : Kalau kau merasa tak berkenan,…maafkan aku Mayda ( menggenggam tangan Mayda erat )

Minggu

@ Koridor kamar VIP

Rama : ( menatap Mayda sambil tersenyum ) Pagi…

Mayda : Pagi

Rama : Bagaimana keadaannya?

Mayda : Masih sama…

Rama : ( mengangguk ) Kata dokter Fuad, ada sedikit darah yang masuk di paru-paru Belia…tapi mereka belum bisa melakukan operasi, karena kondisi Belia yang belum stabil.

Mayda : Oh…

Rama : ( menatap Mayda tajam )

Mayda : Ada apa? ( salah tingkah )

Rama : Kamu berdandan ya hari ini?

Mayda : ( pipinya memerah…) Biar nggak pucat…

Rama : ( menyentuh tangan Mayda ) Sudah sarapan?

Mayda : ( menepis halus tangan Rama dan berbisik ) Nanti dilihat dokter dan suster di sini, nggak enak…

Rama : Okay, maaf…( berbisik di telinga Mayda ) Aku tak tahan untuk menyentuhmu, kamu tampak manis sekali…

Mayda : ( tersenyum malu mendengar perkataan Rama )

Selasa

@ Mobil Rama

Rama : Aku akan menceraikannya Mayda…Ini sudah terlalu berat untuk aku maafkan…

Mayda : ( terdiam )

Rama : Aku inginkan kamu…

Mayda : ( terperanjat mendengat kata-kata Rama )

Rama : Kumohon, fikirkanlah…

Rabu

@ Ruang tunggu kamar VIP

Mayda : ( membaca buku, menunduk )

Rama : ( berjalan menuju ruang tunggu, tersenyum ke arah Mayda yang sedang asyik membaca ) May…( memanggil pelan )

Ibu Sukotjo : Rama…

Mayda : ( menengok ke arah Ibu yang duduk di depannya dan Rama )

Rama : Ibu? Kapan datang? ( menatap kaget ke arah Ibu Sukotjo dan menatap Mayda sebentar yang duduk di belakang kursi Ibu Sukotjo )

Mayda : ( menatap Rama, dan mengangguk pelan )

Ibu Sukotjo : Baru saja, Ibu barusan dari kamar…

Rama : ( duduk di sebelah Ibu Sukotjo, di depan kursi Mayda ) Kenapa nggak bilang Rama, biar saya jemput di airport…

Ibu Sukotjo : ( terisak pelan ) Ibu malu nak…

Rama : Ibu…( menggenggam tangan Ibu dan mengelus pundaknya yang tergugu )

Ibu Sukotjo : Maafkan Belia nak…

Mayda : ( tidak membaca bukunya melainkan mendengarkan percakapan di depannya dalam diam dan terus menunduk )

Rama : Ibu tahu?!

Ibu Sukotjo : Tentu saja, aku Ibu yang melahirkan dan membesarkannya…aku tahu…kalau sudah ada yang tidak beres dalam rumah tangga kalian…

Rama : ( terdiam )

Ibu Sukotjo : Rabu minggu lalu, Belia menelepon Ibu…dia bilang kalau saat itu dia sedang bahagia…yah…dia tertawa bahagia nak, dia bilang dia sedang off kerja dan pergi ke Bali…di belakang suaranya terdengar suara tawa laki-laki, namun Ibu yakin, itu bukan suaramu nak…

Rama : ( menghela nafas )

Ibu Sukotjo : Ibu lalu menegurnya dengan keras…Ibu marah…

Rama : Sudahlah Bu…mungkin saya yang belum mampu membuat Belia bahagia…

Ibu Sukotjo : Belia yang tak bisa berterima kasih kepadamu nak…Ibu rasa dia yang terlalu banyak menuntut…Rama, Ibu sudah mengenalmu lama…kamu suami yang sangat baik, kamu yang mau melakukan apa saja untuk membuat rumah tanggamu bahagia, kamu sama seperti mendiang Suamiku, ayah Belia…ah Belia saja yang terlalu naif dan egois, Ibu malu…

Rama : Hmm,…apakah dia terdengar sangat bahagia di telepon waktu itu Bu?

Ibu Sukotjo : Iya…bahkan Ibu sempat mendengar dia tertawa keras,… seperti anak kecil yang sangat kegirangan…Ibu bahkan belum pernah mendengar dia tertawa seperti itu ( tercekat dan menatap Rama, merasa sangat bersalah )

Rama : ( menatap Ibu mertuanya, tersenyum getir ) Sekarang Ibu sudah menyadari kan? Belia tidak bahagia hidup dengan saya…

Ibu Sukotjo : Rama…bukan itu maksud Ibu…Ah, seorang Istri harusnya selalu mengabdi dan setia kepada Suaminya…

Rama : Walau dia tidak lagi merasakan bahagia Ibu?

Ibu Sukotjo : Belia menikah denganmu, karena dia mencintaimu…Ibu sangat tahu itu.

Rama : ( terdiam )

Ibu Sukotjo : Rama, maafkanlah perselingkuhan itu…Itu hanya cinta palsu, Belia hanya merasakan emosi sesaat.

Rama : Saya memaafkannya Bu…tetapi…untuk menerima Belia kembali…saya tidak bisa.

Ibu Sukotjo : ( terisak ) Jangan Rama…Ibu mohon…Ibu sudah sayang sekali kepadamu, dari sebelum kamu jadi menantu Ibu, dan bahkan mendiang Ayah sebelum meninggal pun sudah menitipkan Belia kepadamu…untuk kamu jaga! Kamu ingat itu kan Ram?!

Rama : ( terdiam, hatinya pilu…)

Ibu Sukotjo : Ibu sudah tua Rama, Belia anak tunggal Ibu…tolonglah Rama…pertahankan rumah tangga kalian, kalau Belia sadar nanti, Ibu yakin dia akan menyadari kesalahan-kesalahannya…

Rama : ( menghela nafas, panjang dan terasa berat ) Saya sudah teramat sakit Bu…

Ibu Sukotjo : Setidak-tidaknya sebelum Ibu nggak ada di dunia, Ibu ingin melihat kalian bersatu…dan bahagia…Ibu mohon Rama, … Kanker… Ibu ini hanya tinggal menunggu hari…

Rama : Apa Bu?!

Mayda : ( tercekat …air matanya menetes perlahan )

Ibu Sukotjo : ( berkata pelan, suaranya bergetar ) Ibu sudah stadium 3 nak…

Rama : Sejak kapan? ( matanya berkaca-kaca )

Ibu Sukotjo : Sudah tiga bulan ini Ibu menolak untuk di kemo…Ibu pasrah nak…Ibu sudah teramat lelah hidup sendiri setelah Bapak nggak ada. ( menatap Rama ) Rama, … kembalilah dengan Belia, walaupun untuk meminta maafmu Ibu harus mencium kakimu, Ibu lakukan…demi kebahagiaan anak Ibu satu-satunya, Belia…

Rama : Ibu! ( memeluk wanita tua yang sudah terlihat rapuh dengan lengannya yang kokoh, Rama menatap Mayda dengan matanya yang basah kemudian mengucapkan sebuah kata yang tak berbunyi kepada Mayda… “Maaf….” Dengan bibirnya yang bergetar )

Mayda : ( menatap Rama dengan air mata yang berlelehan…kemudian menganggukkan kepalanya )

Seminggu kemudian…

Rabu

@ Kamar VIP 2

Mayda : ( sedang menyeka lengan Fahmi perlahan dengan lap basah, dan kemudian membenarkan letak selimutnya )

Rama : ( membuka pintu perlahan )

Mayda : ( merasa kaget ) Rama…

Rama : ( menangis sambil bersender di dinding kamar ) Belia…sudah nggak ada.

Mayda : Ah…( memeluk Rama erat dan mengusap punggungnya )

Rama : Aku sudah memaafkan dia…sebelum dia pergi, aku bisikkan ke telinganya…aku sudah memaafkan dia.

Mayda : Aku pun sudah memaafkannya…( berbisik lirih, menatap sebentar kearah Fahmi yang masih koma )

Rama : Terimakasih Mayda…( melepas pelukan dan tertegun melihat ke arah Fahmi ) Baru kali ini aku melihat Suamimu…

Mayda : Iya…itulah Fahmi

Rama : ( memandang Fahmi lama kemudian air matanya menetes dan Rama cepat mengusap dengan tangannya)

Mayda : ( berjalan ke arah Rama, mengusap lembut punggungnya ) Kamu masih belum bisa memaafkan Fahmi? ( bertanya pelan )

Rama : Sudah May…Aku sudah memaafkan perbuatannya dengan Belia, namun…aku akan lebih sakit hati kalau setelah dia sadar nanti, dia tidak meminta maaf kepadamu.

Mayda : Fahmi belum ada perubahan apa-apa…

Rama : ( masih melihat keadaan Fahmi ) Bagaimana perasaannya kalau tahu ‘kekasih’nya sudah meninggal…

Mayda : Sedih…sudah pasti…kita bahkan tidak tahu, Fahmi akan selamat atau tidak…( ada getar dalam suaranya )

Rama : ( mengusap pipi Mayda pelan ) Perasaanku terhadapmu masih sama May, aku masih menunggumu…okay, Aku mau mengurus jenazah Belia dulu, jaga diri baik-baik yah, jangan sampai terlalu lelah, setiap hari nanti aku akan meneleponmu…

Mayda : ( mengangguk ) Aku turut berduka cita ya Ram…

Jumat

@ Koridor Rumah Sakit

Suster : Ibu Fahmi, suami Anda baru sadar 10 menit yang lalu!

Mayda : Ah…iya Sus! ( berjalan cepat mengikuti suster )

@ Kamar VIP 2

Mayda : Pa…( berkata pelan, air matanya menetes…)

Fahmi : ( menatap Mayda, bibirnya bergetar mencoba tersenyum ) Ma…

Mayda : ( menciumi kening Fahmi, menangis haru penuh rasa syukur )

Fahmi : ( tiba-tiba terisak ) Maafkan aku Ma…Maafkan aku ( berbisik di telinga Mayda dalam isaknya )

Minggu

@ Kamar VIP 2

Mayda : ( menyuapi bubur kepada Fahmi )

Fahmi : ( menatap Mayda ) Kamu sudah tahu …dia sudah meninggal?

Mayda : ( berhenti menyendokkan bubur…terdiam menatap Fahmi )

Fahmi : Aku bertanya kepada suster ketika kamu pergi tadi.

Mayda : Aku tidak ingin kamu sedih Pa, nanti keadaanmu drop lagi.

Fahmi : Walau kamu sudah tahu tentang ceritanya, kamu masih merawat dan menungguiku Ma…

Mayda : Kamu masih suamiku kan Pa?

Fahmi : Kamu tak benci dan jijik kepadaku?

Mayda : ( menggeleng ) Setiap manusia pasti punya kesalahan…

Fahmi : Aku sering melihatmu dalam koma ku…

Mayda : ( tercekat ) Melihatku?

Fahmi : Yah…antara sadar dan mimpiku…aku melihatmu bersinar…mendengarkan lembut suaramu. Kamu tampak manis sekali…

Mayda : ( terdiam )

Fahmi : Sering di saat aku ingin menyerah, aku teringat kepadamu Ma, dan di saat aku teringat kepadamu, aku ingin sekali untuk hidup kembali, menjadi manusia yang baru…dan memperbaiki kesalahanku ( matanya berkaca-kaca )

Mayda : Tetapi,…andai kamu tahu dia masih hidup…apakah Papa akan masih mencintainya?

Fahmi : Aku takut kamu nggak percaya Ma…kalau aku bilang tidak akan kembali kepadanya…Ma…Dia sudah menikah juga, dan aku pun merasa bersalah kepada Suaminya.

Mayda : ( terdiam )

Fahmi : Mama pernah lihat Suaminya?

Mayda : Cuma beberapa kali…

Fahmi : Dia pasti takkan memaafkanku…

Mayda : Dia sudah memaafkanmu Pa…Dia sempat ke kamar ini dan melihatmu…

Fahmi : Bagaimana reaksinya Ma?

Mayda : Dia hanya berdiri, melihatmu…dan sebelum pergi dia bilang kepadaku, dia telah memaafkanmu

Fahmi : ( menatap Mayda lalu memejamkan matanya ) Semoga Tuhan juga memaafkanku…

Mayda : ( menoleh ke luar jendela ) Cerah sekali di luar sana…sayang kalau terlewatkan begitu saja…jalan keluar yuk Pa, aku bantu kamu untuk duduk di kursi roda.

Fahmi : Iya Ma…

@ Taman Samping Rumah Sakit

Rama : ( menyusuri koridor di sebelah taman, langkahnya bersemangat, membawa sebuket bunga mawar untuk Mayda, namun tiba-tiba langkahnya terhenti ketika dari kejauhan menatap Mayda yang sedang tersenyum dan mendorong kursi roda…dengan Fahmi yang sedang duduk di atas kursi roda itu, Rama melihat pemandangan di depannya dengan hati yang tak bisa digambarkan, namun dia pun tersenyum melihat wajah Mayda yang berseri-seri diterpa sinar matahari yang menembus dahan pepohonan, sebelum Mayda akan melihatnya, Rama berbalik kembali ke arah depan…dia menyadari, walau hatinya telah tertinggal di sana, namun sudah tak ada lagi tempat untuknya di sana…sebuket bunga mawar lalu dia berikan kepada sekumpulan suster-suster yang berpapasan dengannya ) Suster suka bunga kan? Ini saya berikan untuk anda….

Mayda : ( Melihat sosok Rama yang dengan cepat segera menghilang ke arah depan…saat itu juga dia ingin mengejar, namun punggung tangannya diremas oleh Fahmi )

Fahmi : ( tersenyum kepada Mayda ) Aku mencintaimu Ma…

Mayda : ( tersenyum ) ( Ya, aku masih seorang Istri bagi Suamiku…walau hatiku sempat terbagi dengan pria lain…namun aku masih berusaha menjadi istri yang sempurna untuk dia,…)

Semarang, 27 Desember 2007

Soundtrack Song : Ikanan De – Goro M & Koji T

Terinspirasi dari sebuah film Korea…film ini sudah lama saya tonton, tapi tetap saja sentuhan ksedihan kisahnya masih memancar kuat dalam sanubari, dan inginnya saya membagi keindahan cinta tersebut dengan Anda, teman-teman berharga, lewat gaya bertutur saya sendiri…

Visited truly asia

Pulang ke kotamu…

Ada setangkup haru dalam rindu…

Masih seperti dulu…

Tiap sudut menyapaku bersahabat…

Penuh selaksa makna…

Terhanyut aku akan nostalgi…

Saat kita sering luangkan waktu…

Nikmati bersama suasana Jogja…

Petikan Lirik Jogja from Kla Project

Jogja adalah kota yang paling saya hindari dalam beberapa tahun terakhir, terlalu banyak kenangan di sana, sampai yang manis sampai terpahit.

Sikap saya yang ‘nganeh2i’ ini yang sering kali menolak secara halus ajakan saudara untuk menyambangi Jogja kembali, kali ini tak bisa lagi saya tolak. Yap, pagi itu kami bersembilan dalam satu mobil menuju Jogja, semua dalam rangka bersilaturahmi ke rumah Eyang-eyang kami yang sudah sepuh. Kebetulan dalam perjalanan, saya yang menyetir mobilnya, semua bersuka ria, penuh tawa dalam perjalanan, mau tak mau, saya pun melupakan kedukaanku terhadap Jogja, dan ikut larut dalam ke ria an. Jam 9 pagi semua berangkat menuju Jogja dengan melalui rute yang lain dari biasanya, yaitu Semarang-Salatiga-Boyolali-Klaten-Jogja, sempat juga tersasar di pedesaan Klaten.

Tiada perjalanan tanpa kuliner, apalagi di keluarga besarku, Budhe ku sempat mampir di pasar Salatiga untuk membeli jajanan tradisional seperti Gemblong ( jadah ), wajik ketan , dan wajik krasikan, kemudian kami semua memakannya bersamaan dengan “klethikan2 lainnya” di dalam mobil.

Sesampai di Klaten juga seperti itu, kami sempatkan mampir di warung Bakso, untuk mencicipi bakso Klaten yang katanya enak.

Sesampai di Jogja, kami langsung menuju ke Jalan Timoho, tempat Eyang Kusnan, adeknya almarhum Eyang Ti ku. Disana juga disuguhi makanan kecil dan juga makan besar berlauk ayam goreng empuk, tempa bacem serta sayur gori. Selepas sholat berjamaah, Aku sempatkan juga untuk menikmati air Jogja yang terkenal dingin dan segar dengan membasuh diri.

Selepas melepas kangen, akhirnya kami pun menuju ke tempat tujuan ke dua, yaitu ke rumah Eyang As, adek almarhum Eyang Ti saya yang lain.

Kemudian sempat juga kami mampir di Ambarukmo Plaza, saya memang belum pernah ke sana, selama 1,5 jam kami berada di sana, lumayan lah, saya dapat satu baju disana, sepupu-sepupu saya juga ada yang berbelanja, karena memang harga di sana lebih murah daripada Mal di Semarang. Kemudian karena Bread Talk ada juga di sana, saya dan sepupu sempatkan juga membeli beberapa roti dan blueberry cheese cake.

Waktu sudah beranjak jam 19.30 malam, Budhe saya minta kita untuk mampir dulu untuk membeli gudeg Sagan ( kuliner lagi! ), Gudeg Sagan ini memang sangat terkenal di Jogja, menurut saya, rasanya malah lebih enak daripada Gudeg Tugu yang di dekat Hotel Saphir. Nggak heran kalau tempat ini sangat penuh banget, apalagi di musim liburan seperti ini, yang paling enak adalah bubur gudegnya, namun sayang, ketika sampai sana, sudah habis buburnya, padahal bukanya sore hari, tapi sekitar jam 21.30 semua sudah habis.

Asyik banget makan gudeng bareng-bareng, dengan kursi yang diletakkan di trotoar jalan, dan ditemanin juga oleh para pengamen Jogja yang bersuara bagus. Dan akhirnya, sekitar jam 22.00, kami semua bertolak menuju Semarang dengan melewati rute standar ( Jogja-Muntilan-Magelang-Ambarawa-Ungaran-Semarang ), saya masih menjadi driver di sini ( karena kalau nggak jadi supir, saya harus duduk di belakang, sedangkan saya suka mabuk kalau duduk paling belakang ). Sesekali Budhe saya memijit pundak saya dari belakang, Beliau khawatir kalau saya kecapekan,…padahal nggaklah, suplemen saya cukup musik dari Mp4 di telinga saya, perjalanan PP Semarang-Jogja-Semarang belum ada apa-apanya daripada perjalanan PP saya dulu, Semarang- Malang- Semarang.

Sampai di Semarang sekitar jam 00.15. Semua pun berpisah, pulang….dan tinggal saya yang kecapekan sampai sekarang, hmm, tapi saya senang, karena akhirnya bisa kembali ke kota itu tanpa membawa perasaan apa-apa…

8 Resolusi di tahun 2008

  1. Dapat kerjaan bagus

Sepertinya ini resolusiku sejak di tahun 2007 lho, yaa nggak pa-pa deh, tetap nggak patah semangat untuk terus ikhtiar. Mungkin di tahun 2007 aku belum berusaha dengan keras.

  1. Meningkatkan Imtak (keimanan dan ketakwaan ) dari diri pribadi dan juga Baby

Mari bersama-sama yuk Nak, kita tingkatkan imtak kita berdua. Agar lebih sabar dan ikhlas kalau sedang diuji oleh Allah SWT. Dan Qona’ah pada setiap ketentuanNya. Insya Allah yang terbaik untuk kita.

  1. Les Bahasa Inggris lagi

Ambil kelas conversation, biar nggak gugup kalau ada job interview in english.

  1. Liburan bertiga dengan Baby dan Mamah, syukur2 kalau Papah udah bisa ikutan

Ya pengennya sih ke Bali,…asyiknya menikmati sunset di Kuta dengan Baby yang berlari-lari di pinggir pantai….

  1. Pengen bugar

Rajin senam dan berdiet, ah…semoga saja bisa….

  1. Menjalin relationship seluas-luasnya.

Ya sapa tau aja, banyak teman, banyak rejeki, hehehe

  1. Pengen nyambi jadi dosen atau dapat kerjaan sebagai dosen tetap…who knows?

Sharing ilmu dengan para mahasiswa muda, hmm, sepertinya asyik juga tuh…

  1. Baby ada bapak baru

Tidak menerima pacar…hanya menerima calon bapak dan calon suami :- )

Wanita Gemini

Cewek yg berpenampilan menarik, dgn kepandaian hebat, wanita yg sangat

menarik. Ia bergerak cepat dan ia tidak dapat duduk atau berdiri diam
dlm jangka waktu lama. Ia mampu melakukan banyak hal dan melakukannya
secepat mungkin. Jika anda berkencan dengannya, mungkin anda akan merasa
merasa sedang berkencan dgn banyak wanita pada saat yg bersamaan.

Anda tidak akan dapat mengikatnya dgn kata “Cinta”, karena ia peduli dgn
cinta, tetapi hal itu bukanlah faktor utama dlm kehidupannya. Anda harus
dapat menyesuaikan diri dengannya supaya anda dapat mengenal banyak
karakter yg dimilikinya. Ia adalah wanita pemimpi yg memiliki banyak
impian. Ia selalu ingin belajar mengenai sesuatu yg baru setiap saat.

Walaupun dia memiliki karakter 2 in 1, ia cukup beruntung dlm hal cinta.
Untuk mengejarnya, anda harus mengerahkan semua kemampuan anda. Bahkan
ketika dia sudah menyukai anda dan terpesona oleh kemampuan anda, ia
juga akan melihat dan menyelidiki sisi buruk anda, karena hal ini adalah
sifat alaminya.

Ia mampu menangani semua macam emosi yg campur aduk tanpa harus
mengganggu atau memperlihatkannya kepada anda. Ia dapat membuat anda
gembira dgn bersikap layaknya seekor burung kecil. Perbincangan
dengannya tidak akan membosankan anda. Ia mampu berbicara dgn anda
mengenai topik apapun.

Dia akan mampu membuat anda merasa menjadi cowok paling beruntung di
dunia. Dia mampu membuat anda merasa bahwa ia membutuhkan semua
perhatian anda, tetapi begitu dia ingin sendrian, dia mampu berdiri
teguh dan tenang. Ia dapat menjadi teman baik anda dan berbicara
kepadanya mengenai apapun.

Ia dapat mengikuti semua aktifitas anda dgn energi yg sama seperti yg
anda punya. Ia adalah orang dgn pemikiran dan kemampuan belajar yg
cepat. Ia dapat melihat arah proyek anda dan dia dapat memberi nasihat
yg sangat baik. Jika dia berpikir bahwa anda tidak menginginkan dirinya
hanya utk anda, maka ia hanya akan bertindak layaknya teman baik anda
saja, seorang wanita yg “cool”.

Ia dapat dgn mudah membuat seorang pria jatuh cinta kepadanya. Moodnya
yg selalu berubah adalah “pesona” bagi banyak pria. Ia dapat saja
tertawa terbahak-bahak selama 2 menit dan kemudian terdiam membisu. Ia
ingin hanya menemukan 1 cinta sejati saja dan ia ingin menemui pria
idamannya. Ia berharap banyak, bahkan terkadang terlalu banyak.

Ia selalu menunggu kedatangan seorang “kesatria tampan” bahkan pada saat
ia telah memiliki seorang pacar. Ia bisa saja jatuh cinta atau menyukai
orang lain pada saat bersama dgn anda. Jika anda putus dengannya, ia
tidak akan lupa dlm jangka waktu pendek, karena perubahan adalah sifat
alaminya.

Wanita gemini lebih banyak menyakiti hati pria daripada wanita zodiak
lainnya. Karena dia seorang pemimpi dan selalu menunggu kedatangan
kesatria tampannya, maka kehidupan cintanya benar-benar rumit atau
bahkan berantakan. Ia tidak pernah suka menulis surat panjang lebar,
jadi jika anda menulis surat dan ingin mendapat jawaban secepatnya dari
dia, jangan pernah berharap banyak.

Karena dia memiliki kepribadian berganda dan banyak ide, maka ia tidak
suka utk menuliskannya. Karena ia tahu, bahwa ia berpikir, hari ini dan
besok belum tentu sama. Ia dapat berkomunikasi dlm lebih dari 1 bahasa,
seseorang dgn bakat linguistik luar biasa. Jika ia ingin mengatakan
komentar buruk kepada anda, dia tidak akan mengatakannya langsung.

Tetapi ia akan mengatakan mengenai banyak hal dan secara tidak sengaja
akan mencapai subyek yg ingin dicapainya tanpa menyinggung anda.
Biasanya dia tidak akan berbohong. Ia akan bekerja keras dan sekali-kali
akan mengambil istirahat panjang. Ia tidak pernah merasa puas dgn
kondisi kerjanya sekarang, dgn uang, atau reputasinya sekarang, ia
selalu ingin mendapat lebih lagi.

Jangan pernah tanyakan dia, apa sebenarnya hal yg bisa-bisa memenuhi
semua keinginannya, karena dia tidak akan pernah menjawab. Begitu anda
mengenal dia, dia akan menjadi orang yg mendukung dan selalu siap
disamping anda. Ia memiliki impian yg indah dan ia menginginkan adanya
orang yg memiliki keinginan dan kemampuan yg sama dengannya, yg akan
selalu bersama mendampingi dia.

ps : secara Gemini kan bintang saya gitu lho…*wink*

Cranberry


Menikmati genit rintik hujan yang jatuh,
Dan segelas jus cranberry berwarna marun,
Dingin…segar…
Suasana ramai,
Menikmati sore yang mendung dan basah…
Aku tak lagi merasa sendiri,
Seperti bukan aku yang biasanya,
Yang rapuh dan sepi…
Aku bisa tertawa geli tadi,
Menertawakan Ibu yang kaget oleh dering HPnya sendiri,
Dan sekarang aku terdampar sendiri di sebuah cafe mungil,

Untuk menenangkan diriku yang tak henti-henti mengurai tawa,
Dan lihat….aku masih saja tersenyum,
Menatap dunia dengan syukurku…
Dengan segelas juice cranberry,
Eh…ternyata cranberry lebih enak daripada strawberry ya?!

Blognya Anakku

Baby sekarang punya blog juga lho….karena sekarang dia sudah bisa membaca dan menulis, jadi saya arahkan untuk belajar bercerita lewat media blog. Silahkan berkunjung yah…dan memang sengaja tidak dibuatkan shout box, tetapi semua bisa bebas berkomentar di sana….
Ini alamat blognya Baby : http://baby-aisha.blogspot.com

Obrolan

Kemarin sore, saya bertemu dengan salah seorang teman saya di Yahoo Msg. Saya jarang mengobrol dengannya di Yahoo Msg, padahal kami sudah berteman sekitar 1,5 tahun yang lalu, ketika saya baru berpisah dengan mantan. Teman saya juga seorang single parent, dan dia adalah seorang wanita yang tegar, dari dia saya banyak belajar mengenai artinya perjuangan seorang istri yang mempunyai tugas rangkap, sebagai seorang Ibu sekaligus seorang Ayah. Karena, memang sangat berat menjadi seorang single parent. Tidak hanya bisa dibayangkan…

Anaknya laki-laki, berumur tujuh tahun, hidup berdua bersamanya. Sekilas, inilah percakapan kami…*perjuangannya pernah menjadi inspirasi dari cerpen lama saya yang berjudul Pertemuan*

S ( Saya ) : Hi

TS ( Teman Saya ) : Halo dik

S : Apa kabar?

TS : Baek, kamu?

S : Baik…

TS : Apa kabar dengan Masmu? ( Masmu yang dia maksud adalah pacar saya )

S : Dia bukan jodoh saya Mbak

TS : Haa? Lho

S : Yah…gitu deh,…

*yang saya suka dari teman saya adalah, dia tidak pernah berusaha mendesak saya menceritakan apa-apa yang tidak ingin saya ceritakan, ini yang membuat saya malah menghormati dia, karena dia juga menghormati privasi saya*

TS : Sabar yah, kamu kan masih muda…

S : Aku dah malas Mbak,… pacaran buang-buang waktu dan pikiran aja…kalau ada jodoh, besok langsung nikah aja.

TS : Hehehe, iya, aku ya gitu Dik. Apalagi aku ini udah 35.

S : Mbak sendiri gimana? Dah ada calon bapaknya Dion? ( saya samarkan nama asli anaknya )

TS : Belum Dik…aku sekarang sibuk ngurus tanaman, jadi pulang kantor kalau enggak main sama Dion ya ngurus tanaman aja di rumah.

S : Iya ya, Mbak dah kerja…enak…jadi nggak banyak waktu yang terbuang, aku lum dapat2 kerjaan Mbak, ya Allah susahnya…

TS : Nggak pengen usaha sendiri to Dik? Katering gitu

S : Wah, aku nggak bisa Mbak…dan nggak niat, hehehe, pengennya sih kerja kantoran, yang dapat gaji bulanan. Lagian sayang dah sekolah tinggi.

TS : Iya sih, jadi nggak mikir untung rugi ya Dik, hehehe. Eh tapi aku malah pengen usaha sendiri loh, jadi aku bisa nemenin Dion di rumah.

S : Ya kalau buat kita sepertinya enak kerja di kantor to Mbak…nggak pusing mikir kejar setoran

TS : Sapa bilang, nggak enak lho kerja kantoran, dimarahin Bos, disirikin teman, nanti teman yang sirik ma kita ngadu ke Bos..ah…

S : Kan nggak semua kantor Mbak, hehehe

TS : Iya sih…

S : Mbak…

TS : Ya

S : Aku minta potonya dong, dari dulu kenal lom pernah lihat

TS : Oh ya…ini ada 1, foto jilbabku, entar yah…

*tak lama kemudian, fotonya muncul di avatar*

S : Waduhhh, ayune Mbak

TS : :”)

S : Nggak kelihatan lho, kalau udah 35.

*dalam hati saya berfikir, tega dan bodoh nian pria yang meninggalkan dan menceraikan teman saya ini…kira-kira apa sih yang ada di fikiran pria itu ketika dia berselingkuh…ketika dia sudah merasa jenuh dengan yang di rumah, padahal di rumah sudah ada penghuni surga dunianya, istri sholihah yang rupawan, dan anak darah dagingnya sendiri yang lucu dan tampan…*

TS : Nanti aku kirim lewat mail ya Dik, apa emailmu

S : iguabonk@yahoo.com

S : Mbak, dari foto, kayaknya kerjanya dah mapan ya

TS : Ah, gajinya cuman untuk numpang lewat bayar listrik, telepon, dll

S : Tapi lumayan Mbak, punya penghasilan, aku kan belum…

TS : Tapi kamu kan masih punya orang tua, aku sendirian lho Dik, semua masalah ya aku pendam sendiri.

S : Ya aku nggak mau merepotkan orang tuaku lagi Mbak…aku anak tunggal lho…tapi lom bisa bahagiain mereka.

TS : Pasti Dik, suatu saat nanti…

S : Aminnnn

TS : Mantanmu gimana ama anaknya? Sering nelpon?

S : Nggak Mbak, transfer bulanan aja…telepon nggak pernah…ketemu paling setahun sekali

TS : Hmm, kasihan ya…Dia suka nanyain Papanya nggak?

S : Nggak tuh,…hmm, kalau mantanmu gimana Mbak?

TS : Ketemu juga paling setahun sekali, padahal sama-sama Jktnya…kalau telepon anaknya sih lumayan sering

S : Baguslah..

TS : Dion suka kangen ama Papanya.

*kasihan…kira-kira apa yah yang ada di benak anak-anak kami…umur seperti Dion dan anak saya sebenarnya sangat membutuhkan kasih sayang dari Papanya untuk perkembangan psikis mereka, tetapi kehadiran Papanya hanya bisa di imajinasikan dan dikhayalkan dalam benak impian mereka, dan tak bisa dirasakan kehangatannya*

S : Aku aja heran Mbak…kok bisa gitu yah, aku aja nggak bisa pisah dengan Baby, kemarin-kemarin aku ngebet banget kerja di Jkt, tapi setelah aku fikir ulang dan rasakan, aku nggak tega jauh ama Baby. Jadi cari kerja di Smg aja.

TS : Aku juga Dik, nggak lihat Dion sebentar karena aku ngantor aja dah kangen banget.

S : Kita-kita ini, kaum Ibu sungguh luar biasa ya Mbak, hehehe

TS : Kaum janda kali…

S : Hehehe

TS : Dia udah nikah lagi to Dik?

S : Kayaknya sih udah…eh, ga tau deh Mbak…aku nggak mikir

TS : Aku juga nggak mikir Dik tentang mantanku

S : Mikir kita ama anak dulu deh Mbak :- )

*selanjutnya kita terlibat percakapan yang maaf, tidak saya tampilkan di sini*

TS : Dik, aku harus pulang nih, agak awal memang, karena Dion lagi tes, jadi aku mau nemanin dia belajar

S : Okay Mbak, makasih ya, enak sekali ngobrolnya…aku nyaman…

TS : Ya, karena kita janda, jadi senasib kali…

S : Hehehe, iya sepertinya…jadi aku nggak merasa yang paling menderita.

TS : Hihihi…yuk ya Dik…

*Ya, kita memang harus terus berjuang Mbak…Nggak usah sedih, Allah pasti akan membantu hambanya yang ikhlas dan sabar dalam menerima segala ujianNya, kalau nikmat dunia belum kita dapatkan, insya Allah, kita akan rasakan nikmat di Sana nantinya…yang lebih kekal dan abadi, Amin…*

I carry your heart with me
(I carry it in my heart)
I am never without it
(Anywhere I go you go, my dear;and whatever is done by only me is your doing, my darling)
I fear no fate
(For you are my fate, my sweet)
I want no world
(For beautiful you are my world, my true)
And it’s you are whatever a moon has always meant and whatever a sun will always sing is you

Here is the deepest secret nobody knows
(Here is the root of the root and the bud of the bud and the sky of the sky of a tree called life;which grows higher than soul can hope or mind can hide)
and this is the wonder that’s keeping the stars apart
I carry your heart
(I carry it in my heart)

by : EE Cummings

I really really love it…so nice…touching…

« Newer Posts - Tulisan Sebelumnya »