Dari semasa masih piyik (baca : kecil), saya itu sempat tergila2 dengan Kla Project, itu zaman waktu SMA (seharusnya ga piyik lagi yo?), pernah saya sempet2in nonton konsernya Kla Project di Plaza Simpanglima Semarang.
Di saat para sahabat lain di SMA tergila2 dengan Take That, Boyzone, n boy band sejenis yang manis2, saya malah suka dengan Kla Project (baca : terlanjur sayang) , dan sukanya juga bukan karena tampang2 mereka lho (karena tampang mereka memang bukan jenis tampang yang digandrungi para abegeh *sendiko dawuh lho mas-mase di Kla…*) namun yang lebih saya sukai adalah lirik2 lagu sulit mereka, walau dulu saya emang sempat pesimis (halah gayane) kalau saya nggak bakalan ngerti maksud lirik lagu mereka, tapi setelah didengarin berulang2 sembari mencari arti kata-kata canggih (alias njelimet) di kamus besar bhs indonesia dalam perpus sekolah, baru ngeh! kalau ternyata emang indah banget arti lirik2nya…
Coba deh di cermati…yuk barengan, tak kancani…
dimana cinta berada
tersembunyi tiada kunjung menghampiri
(makanya jangan tanya terus, melainkan dicari…ingat! di ca ri)
Dua angsa memadu rindu
di danau biru bercumbu
pagut sepi ku di sini
letih hati
(pesen khusus, kalau pas jomblo, jgn suka liatin angsa pacaran
)
Begitu jauh
waktu ku tempuh
sendiri mengayuh
biduk kecil, hampa berlayar
akankah berlabuh ?
hanya diam
menjawab kerisauan
( pegal kan? ngayuh biduk sendirian, makanya cari pasangan neng!)
Kadangkala aku berkhayal
seorang di ujung sana
juga tengah menanti
tiba saatnya
( bagus! membangun rasa optimis para jomblo)
Begitu ingin
berbagi batin
mengarungi hari
yang berwarna
dimana dia
pasangan jiwaku ?
ku mengejar bayangan
(ini namanya kurang kerjaan, dah tau bayangan kok masih dikejar..)
kian menghilang
penuh berharap
Ohya…mau OOT nih tentang perkembangan bukuku, alhamdulillah lumayan la-ris lah
kalau bagi penulis indie sepertiku, ini sudah sangat membahagiakan dan memuaskan… Thanks ya buat yang udah merelakan sebagian rezekinya utk membeli bukuku, maju terus penulis Indie…chayoooo.
Ohya thanks juga buat wartawan tabloid Kontan mbak Lia yang udah mewawancaraiku (perihal blogger yg nerbitin buku) kemarin via telpon (wadeuuu narsis sitik rak popo yak), sorry yah mbak Lia kalau dirikuh agak grogi dlm menjawab pertanyaan, maklum, orang pinggiran nih…lom pernah diwawancarai wartawan, biasa juga diwawancarai dosen pas sidang thesis, diwawancarai ortu kalau pulang telat atau diwawancarai anak kalau bawa cowok baru (hehehe mulai ngaco)…Sukses terus buat tabloid Kontan (secara dulu pas kuliah di keuangan selalu rutin baca ini tabloid, karena emang isinya bagus berbobot…sampai bisa dijadikan bahan tuk membuat tugas kuliah, wekekeke)



